Rugi Rp 12 Miliar, Djarot Diminta Evaluasi Direksi Jaktour

Jakarta –Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat diminta mengevaluasi jajaran direksi PT Jakarta Tourisindo (Jaktour). Pasalnya hingga semester satu 2017, kerugian perusahaan plat merah itu sudah mencapai Rp 12 miliar.
Demikian diungkapkan Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta, Prabowo Soenirman, Kamis (10/8).
“Kerugian sudah mencapai Rp 12 miliar, ini luar biasa. Makanya kami minta Djarot mengevaluasi direksi Jaktour,” kata Prabowo.
Disisi lain Prabowo menduga pengajuan Penyertaan Modal Pemerintah (PMD) sebesar Rp 6,5 miliar  pada APBD Perubahan 2017, untuk menutupi kerugian Jaktour.
“Kalau untuk menutupi kerugian, PMD tidak efektif dong,” ujar Wakil Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD DKI ini.
Berdasarkan data yang dimiliki Prabowo, uang kas Jaktour sudah habis. Sehingga saat ini perusahaan hanya mengandalkan pendapatan dari unit usaha untuk biaya operasional. Namun tetap tidak mencukupi.
“Direksi juga sudah beberapa kali membuat laporan keuangan salah. Karena tidak membayar pajak, Dinas Pajak kemudian memblokir no rekening BCA, Mandiri milik Jaktour. Sehingga cuma Bank DKI saja yang tidak memblokir, mungkn karena kasihan,” papar Prabowo.
Berdasarkan draf Kebijakan Umum Perubahan APBD-Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (KUPA-PPAS) APBD Perubahan 2017, tercatat ada sembilan BUMD yang akan memperoleh PMD.
Kesembilan BUMD itu masing-masing PT MRT sebesar Rp 4,1 triliun, PT Jakpro Rp 4,6 triliun, PT Jaktour Rp 6,5 miliar, PT Askrida Rp 4,4 miliar, PT Pembangunan Sarana Jaya Rp 460 miliar, PT Transakarta Rp 420 miliar, PD Pasar Jaya Rp 200 miliar, PAM Jaya Rp 300 miliar dan PT Penjamin Kredit Daerah Rp 150 miliar.